Senin, 06 Juli 2015

Buku Pola Rajutan Terbitan Sendiri


Menulis buku pola rajutan rancangan sendiri adalah impian sebagian kecil penggiat rajut tangan. Sebagian lainnya tidak tertarik menulis buku, tetapi lebih tertarik membangun bisnis produk rajutan atau merajut demi kesenangan semata. Diantara ketiga jenis penggiat rajutan tersebut, saya termasuk salah seorang yang memiliki impian untuk menulis buku pola rajutan rancangan saya sendiri. Salah satu alasan saya memiliki keinginan tersebut adalah saya ingin mendokumentasikan karya rancangan saya dalam bentuk yang apik dan enak dipandang. Mungkin saja bisa jadi kenang-kenangan saya untuk anak cucu kelak, hahahaa.

Nah, ternyata menulis buku pola rajutan itu tidak gampang kawan. Selain persoalan teknis menulis pola yang mudah dipahami pembaca, menggambar diagram pola, juga diperlukan komitmen kuat untuk mewujudkan impian tersebut menjadi kenyataan (tidak berhenti di tengah jalan dengan alasan bosan atau alasan lainnya).

Setelah naskah buku selesai ditulis pun, jalan masih panjang. Ada 2 pilihan yang dapat dilakukan, mengirim naskah tersebut kepada penerbit, atau menerbitkannya sendiri. Masing-masing pilihan memiliki konsekuensi tersendiri. Mengirimkan naskah buku ke penerbit memiliki konsekuensi:
1. Harus sabar mencari penerbit yang bersedia menerbitkan naskah tersebut.
2. Setelah diterima pun, kemungkinan besar penerbit akan meminta revisi isi naskah agar sesuai dengan perkiraan selera pasar yang disasar oleh penerbit itu. Namanya penerbit itu industri bisnis, jadi mereka tidak akan mau menerbitkan naskah yang kira-kira akan jeblok penjualannya. Saya sendiri pernah mengirimkan sebuah naskah rajut ke penerbit, naskah saya diterima dengan syarat saya mengubah 90% karya rajutan yang saya ajukan. Saat itu saya tidak menyanggupi permintaan tersebut. Saya pernah membaca sebuah blog yang berisi kisah di balik layar penulisan buku pola rajutan, si pemilik blog yang sudah menerbitkan dua buku di penerbit besar ini menceritakan, naskah buku pola rajut pertamanya harus direvisi total apabila ingin diterbitkan oleh penerbit X.
Sisi baiknya:
1. Setelah buku terbit, kita tidak perlu repot lagi mendistribusikan buku karya kita ke toko buku di seluruh nusantara. Paling banter kerjaan kita selanjutnya mempromosikan buku karya kita di seluruh jejaring sosial yang kita miliki dan mengikuti jadual promosi buku kita yang diselenggarakan oleh penerbit (bila ada).
2, Tidak perlu modal besar. Modal kita hanya menulis di PC dan benda rajutan yang kita rancang. Sementara biaya cetak buku, distribusi buku, promosi buku, penjualan buku, semua ditanggung penerbit. Kita tinggal  menunggu hasil penjualan buku dan royalti kita dilaporkan oleh penerbit.

Menerbitkan sendiri buku pola rajutan memiliki konsekuensi:
1, Harus memiliki dana cukup besar untuk ongkos produksi buku. Produksi buku itu meliputi biaya membayar penata letak (lay outer), perancang sampul (desainer cover), fotografer karya rajutan, biaya cetak buku ke percetakan, biaya operasional urus ISBN dan wira-wiri, biaya distribusi buku sendiri ke toko-toko buku.
2. Di samping ongkos produksi, kita juga harus mengurus sendiri rekapitulasi keuangan penjualan buku dan promosi buku. Promosi buku ini bisa berupa mengadakan bedah buku (baik diadakan di rumah sendiri, di kafe, atau di toko) buku dalam rangka peluncuran buku kita, Biaya untuk mengadakan peluncuran buku ini juga tidak sedikit, lho. Promosi paling minimal ya kita iklankan buku kita di jejaring sosial.
Sisi baiknya:
1. Seluruh isi buku murni di bawah kendali kita dan sesuai keinginan kita, baik isinya maupun rancangan sampul bukunya, tidak disetir oleh orang lain.
2. Seluruh urusan yang menyangkut buku kita seluruhnya kita yang kendalikan. Kita menjadi pintar dalam banyak hal tentang penerbitan buku sendiri (kini istilah populernya adalah indie publishing).

Omong-omong tentang menerbitkan buku sendiri, ada seorang desainer rajut kait dari luar negeri yang baru-baru ini menerbitkan bukunya sendiri. Saya mengikuti sepak terjangnya dari awal. Dari sejak pertama ia berniat menulis dan menerbitkan buku sendiri hingga akhirnya bukunya terbit memakan waktu kurang lebih 3 tahun! Betapa banyak kesabaran dan komitmen yang harus dimiliki, bukan?

Desainer ini bukan orang yang pelit, ia membagikan cerita tentang penulisan bukunya di blog pribadinya, selain itu, ia juga sering menghadiahkan pola berbayarnya secara terbatas dalam sebuah giveaway –saya bingung penerjemahan Indonesia-nya--. Bukunya yang terdiri atas 4 judul (tema 4 musim) baru dirilis bulan ini dan sedang dalam masa promo. Oh ya, saya suka fotografi bukunya, kapan-kapan saya harus belajar fotografi yang bersih dan cantik seperti ini.

  
Lebih jauh tentang bukunya yang baru terbit dan promosinya dapat dibaca di sini:

4 komentar:

  1. Novi.. makasih infonya.. ternyata spt itu ya lika likunya... so... kapan kita bikin buku rajut sendiri niih.... he he he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk hayuk mba... kapan ya :)

      Hapus
  2. Wah salut mbak, aku belom bisa bikin pola sendiri biasanya masih suka nyontek :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, saya juga masih suka nyontek kok :)

      Hapus

Anda Mungkin Mencari Tulisan Ini:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...